Termin adalah pembagian pembayaran proyek menjadi beberapa tahap. Pelajari cara membagi sisa tagihan setelah DP menjadi termin, dengan contoh angka lengkap.
Termin adalah pembagian pembayaran proyek menjadi beberapa tahap. Biasanya setiap termin dibayar setelah tahap pekerjaan tertentu selesai. Termin membantu freelancer menjaga arus kas pada proyek yang panjang, dan membuat klien tahu kapan setiap bagian harus dibayar. Pada termin proyek freelance, pembayaran bertahap jasa seperti ini sering dipakai untuk desain dan pembuatan konten. Jika klien ingin tahap tambahan, tambahkan termin baru dengan cara yang sama.
Total tagihan Rp4.440.000 dengan DP 30 persen = Rp1.332.000. Sisa Rp3.108.000 dibagi 3 termin, sehingga setiap termin Rp1.036.000. Termin pertama dibayar setelah desain disetujui, termin kedua setelah revisi selesai, dan termin ketiga setelah file final dikirim. Dengan cara ini, cara hitung termin tetap jelas untuk kedua pihak. Catat juga tanggal jatuh tempo tiap termin agar tidak tertukar.
Tidak harus. Termin bisa dibuat berbeda besar, asalkan disepakati tertulis dengan klien.
DP dibayar di awal sebagai tanda komitmen, sedangkan termin dibayar bertahap sesuai tahap pekerjaan.
Tidak ada jumlah standar. Pilih jumlah tahap yang sesuai dengan panjang proyek dan kebutuhan kas Anda.
Tulis syarat keterlambatan dalam kesepakatan sejak awal. Jika belum diatur, minta jadwal pembayaran tertulis sebelum tahap berikutnya dikerjakan.
Kalau ada kalkulator atau fitur untuk jasa dan freelance yang Anda butuhkan, tulis permintaannya.