Markup adalah persen tambahan di atas biaya untuk mendapat harga jual. Pelajari rumus markup, cara menghitung harga jual, dan perbedaannya dengan margin.
Markup adalah persen tambahan di atas biaya untuk mendapat harga jual. Markup dari biaya dihitung dari total biaya, sedangkan margin dihitung dari harga jual. Karena itu, angka markup selalu lebih besar daripada margin untuk proyek yang sama. Arti markup ini penting saat menentukan harga dari angka biaya yang sudah diketahui. Markup dan margin sering tertukar, sehingga keduanya perlu dibedakan sejak awal. Dengan membedakan keduanya, harga jual tidak terlalu rendah saat negosiasi.
Total biaya Rp4.000.000 dengan markup 25 persen. Harga jual = Rp4.000.000 × 1,25 = Rp5.000.000. Laba Rp1.000.000. Angka ini membantu saat menyusun daftar harga yang konsisten. Dari angka yang sama, margin dari harga jual tetap 20 persen, sehingga markup dan margin tidak pernah sama untuk proyek yang sama.
Karena dasarnya berbeda. Markup dihitung dari biaya, sedangkan margin dihitung dari harga jual.
Kalikan total biaya dengan (1 + markup). Contoh: biaya Rp4.000.000 dengan markup 25 persen menjadi Rp5.000.000.
Bisa, selama total biaya sudah dihitung lengkap. Markup membantu menentukan harga, tetapi tidak menggantikan pengecekan biaya.
Tidak selalu. Markup yang terlalu tinggi bisa membuat penawaran sulit diterima klien. Bandingkan harga dengan biaya sendiri dan harga pasar sebelum menetapkan persen.
Kalau ada kalkulator atau fitur untuk jasa dan freelance yang Anda butuhkan, tulis permintaannya.