Margin adalah laba dibagi harga jual, dinyatakan dalam persen. Pelajari rumus margin proyek jasa, cara hitungnya, dan contoh dari harga jual dan biaya.
Margin adalah selisih antara harga jual dan biaya, dinyatakan sebagai persen dari harga jual. Margin dipakai untuk melihat seberapa besar bagian dari harga jual yang menjadi laba. Angka ini berguna saat membandingkan beberapa margin proyek jasa, terutama jika biaya tiap proyek berbeda. Margin laba jasa dihitung dengan cara yang sama untuk setiap proyek agar hasilnya bisa dibandingkan. Jika cara hitungnya berubah, perbandingan antarproyek tidak lagi valid.
Harga jual proyek Rp5.000.000 dan total biaya Rp4.000.000. Laba = Rp5.000.000 - Rp4.000.000 = Rp1.000.000. Margin = Rp1.000.000 ÷ Rp5.000.000 × 100 persen = 20 persen. Angka margin terhadap harga jual ini bisa langsung dibandingkan dengan proyek lain. Jika biaya bertambah, margin turun meski harga jual tetap.
Margin dihitung dari harga jual, sedangkan markup dihitung dari biaya. Dengan angka laba yang sama, markup selalu lebih besar dari margin.
Tidak ada angka standar di halaman ini. Margin yang pantas tergantung biaya dan jenis jasa.
Tidak harus. Proyek dengan risiko lebih tinggi bisa memakai margin yang berbeda, asalkan perhitungannya tetap konsisten.
Turunkan biaya yang tidak perlu dan pastikan semua biaya proyek tercatat, sehingga tidak ada angka yang terlewat. Dengan biaya lebih kecil, laba yang sama bisa tercapai.
Kalau ada kalkulator atau fitur untuk jasa dan freelance yang Anda butuhkan, tulis permintaannya.