Kontingensi adalah cadangan biaya untuk risiko dalam proyek. Pelajari cara menghitung kontingensi, margin, dan harga penawaran proyek jasa dengan contoh.
Kontingensi adalah cadangan biaya untuk hal yang belum pasti dalam proyek, misalnya revisi tambahan atau kenaikan harga bahan. Biasanya dihitung sebagai persen dari biaya langsung. Dengan kontingensi, harga penawaran proyek tidak habis ketika ada kejadian tak terduga, dan cadangan biaya proyek sudah masuk sejak awal. Arti kontingensi ini sederhana, tetapi sering terlupakan saat menyusun penawaran. Angka ini sebaiknya ditulis terpisah agar mudah dijelaskan.
Biaya langsung Rp6.000.000. Kontingensi 10 persen = Rp600.000. Keuntungan 20 persen di atas (Rp6.000.000 + Rp600.000) = Rp1.320.000. Harga penawaran = Rp6.000.000 + Rp600.000 + Rp1.320.000 = Rp7.920.000. Angka kontingensi bisa dinaikkan jika proyek punya banyak revisi yang belum pasti. Angka ini juga memudahkan saat klien bertanya dari mana harga penawaran berasal. Dengan begitu, penawaran tetap terlihat rinci dan mudah dijelaskan kepada klien.
Tidak ada angka standar di halaman ini. Pilih persen berdasarkan tingkat risiko proyek, lalu uji dengan kalkulator.
Tidak. Kontingensi untuk risiko biaya, sedangkan margin adalah bagian keuntungan dari penawaran.
Itu keputusan Anda. Yang penting, penawaran tetap jelas dan tidak menyembunyikan komponen biaya yang sudah disepakati.
Kontingensi perlu dinaikkan jika proyek baru, klien sering meminta revisi, atau bahan dan layanan pihak ketiga mudah berubah harga. Tinjau ulang persen setelah setiap proyek selesai.
Kalau ada kalkulator atau fitur untuk jasa dan freelance yang Anda butuhkan, tulis permintaannya.